Siapa sih yang tidak asing dengan kegiatan mengutip jurnal? Kegiatan ini pasti sangat tidak asing bagi kalian yang berada di kalangan mahasiswa, dosen dan peneliti. Nah, penting loh untuk mengetahui dengan betul bagaimana cara mengutip sesuatu dari jurnal. Mengapa penting? Jika Anda mengetahui cara mengutip dari jurnal, Anda bisa menghindari kemungkinan terkena plagiat dari jurnal atau karya ilmiah tersebut.

Apakah menyusun karya ilmiah diharuskan untuk mengutip jurnal? Mengapa? Mengutip jurnal merupakan kegiatan yang sangat biasa dilakukan, kegiatan itu dilakukan untuk memperkuat landasan teori yang ada dalam suatu laporan atau karya ilmiah yang sedang dikerjakan. Pengutipan jurnal dalam proses penyusunan karya ilmiah sangat penting adanya, karena dengan mengutip dari jurnal itu akan membantu dalam penunjangan integritas dari laporan dan karya ilmiah tersebut. Kegiatan mengutip jurnal pun sudah dilakukan oleh peneliti dari dulu dan untuk itu pula tujuannya.

Walaupun terlihat biasa dan mungkin dianggap mudah, sebetulnya ada beberapa cara yang dapat Anda terapkan serta ketentuan yang Anda harus perhatikan saat mengutip jurnal agar terhindar dari kemungkinan terjadinya tindakan plagiat di karya ilmiah atau laporan yang sedang Anda susun.

Cara Mengutip Dari Jurnal Dengan Benar

Anda perlu memahami dengan betul bahwa mengutip sebuah data, hasil penelitian, pendapat, fakta dan lain sebagainya dari jurnal adalah kegiatan yang sangat penting untuk membuat karya tulis yang Anda susun menjadi lebih utuh dan sempurna. Dengan begitu, adalah hal yang sangat benar untuk memahami dan menerapkan cara-cara mengutip dari jurnal dengan benar. Berikut cara mengutip jurnal dengan benar yang sudah kami susun untuk Anda.

1. Mengambil Kutipan Secara Langsung

Cara pertama yang dapat Anda lakukan adalah mengutip sebuah jurnal secara langsung. Bagaimana caranya? Caranya adalah dengan mengutip kutipan, kalimat atau opini dari orang lain lalu tuangkan dalam karya ilmiah atau laporan yang sedang Anda susun menggunakan kalimat Anda sendiri. Kunci penting yang harus diperhatikan dalam menerapkan cara ini adalah Anda harus tetap mempertahankan secara utuh makna yang terkandung didalamnya, hal itu bertujuan agar keaslian dari definisi dan arti kutipan tersebut tidak berubah dan terkontaminasi.

Ada beberapa syarat penting yang harus Anda perhatikan dalam mengutip kutipan secara langsung, agar tidak terjadi kesalahan dan kekeliruan. Berikut syarat-syaratnya.

  • Untuk penulisan kutipan diberi jarak dua spasi.
  • Pemberian tanda petik dua (tanda kutip) pada awal dan akhir kalimat kutipan.
  • Penulisan kutipan sebagaimana adanya.
  • Data sumber kutipan ditulis lengkap (nama pengutip, tahun serta halamannya).
  • Jika Anda ingin menambahkan kutipan, tambahkan tanda kurung dalam kutipan tambahan Anda.
  • Jika ada bagian dari kutipan yang ingin Anda hilangkan, maka Anda bisa menambahkan tiga titik di bagian awal atau akhir dari bagian kutipan yang ingin Anda hilangkan.

Contoh :

Menurut (Nama Pembuat Kutipan) ( (tahun) ) : “Nilai budaya yang ada harus dilestarikan…”

2. Mengambil Kutipan Secara Tidak Langsung

Mengutip secara tidak langsung merupakan jenis atau cara mengutip jurnal yang kedua, serta dapat dibilang sebagai kebalikan dari kutipan langsung. Cara mengutip secara tidak langsung adalah mengambil kutipan apa adanya tanpa merubah struktur kalimat yang ada di dalam tulisan penulis atau peneliti sebelumnya.

Terdapat beberapa syarat dan ketentuan cara mengutip dari jurnal satu ini, yaitu:

  • Sebaiknya penulis memakai kalimat yang digunakan oleh penulis sebelumnya tanpa melakukan perubahan sama sekali.
  • Wajib mencantumkan secara lengkap tentang sumber dari kutipan tersebut. Mulai dari nama, halaman, dan tahun publikasi jurnal yang menjadi referensi atau sumber.

Berdasarkan (Nama Pembuat Kutipan) (tahun; halaman) menyatakan bahwa: Dalam membuat sebuah karya ilmiah jenis penelitian, eksplorasi pustaka merupakan sesuatu yang harus dilakukan untuk mendapatkan kebenaran data yang ingin diteliti.

Dari kutipan tidak langsung tersebut maka hal penting yang harus diperhatikan merupakan penulisan kutipan secara utuh. Lalu cantumkan sumber secara lengkap dan jelas.

Baca juga Cara Membuat Kata Pengantar Skripsi yang Romantis dan Sesuai Aturan yang Benar

3. Mencantumkan Nama Penulis ke Pembahasan

Cara mengutip jurnal berikutnya adalah mencantumkan nama penulis ke pembahasan dari jurnal yang telah terpublikasi. Kutipan yang diambil dapat sedikit diubah namun tetap mempertahankan maknanya.
Kemudian, setelah kalimat kutipan telah ditulis lalu diikuti dengan tanda kurung yang berisi informasi nama penulis serta tahun publikasi dari jurnalnya. Misalnya sebagai berikut.

Contoh:

Pada sebuah karya ilmiah jenis penelitian, eksplorasi pustaka merupakan sesuatu yang harus dilakukan (Nama Pembuat Kutipan, tahun). Sehingga…

Itulah beberapa penjelasan mengenai bagaimana cara mengutip dari jurnal yang benar sehingga terhindar dari resiko plagiat. Mulai dari mengutip langsung, mengutip tidak langsung, hingga memasukkan nama penulis ke dalam pembahasan.