Linearitas jurusan/linieritas program studi merupakan kesesuaian latar belakang sebuah ilmu yang diperoleh saat menjalani jenjang S1, S2, S3. Hal ini bertujuan untuk mencapai sebuah kompetensi atau yang biasa disebut pencapaian hasil belajar pada para pengajar lulusan perguruan tinggi tersebut.

Menjadi perdebatan yang tiada habisnya sepanjang waktu, membuat linearitas jurusan ini diperbincangkan oleh lulusan perguruan tinggi yang akan melanjutkan lagi studinya ke jenjang berikutnya, ataupun para dosen lulusan S3 yang akan melanjutkan studinya menuju professor.

Guna menjawab kekhawatiran dan juga probabilitas tersebut, maka alangkah baiknya para calon merujuk pada DRIP (Daftar Rumpun Ilmu Pengetahuan) yang telah disusun oleh DIKTI (Direktorat Pendidikan Tinggi). Pada daftar tersebut, setiap ilmu pengetahuannya terbagi oleh 3 bagian, yaitu level 1, level 2, dan juga level 3.

Berikut ini merupakan tabel koding rumpun, sub rumpun, dan juga bidang ilmu.

Cara Cek Linearitas Jurusan

Linearitas jurusan bisa di cek dan dilihat melalui beberapa tahapan. Berikut ini merupakan cara dan tahapan untuk mengecek linearitas jurusan dari sebuah bidang ilmu, jurusan, maupun prodi (program studi).

  • Urutan mengecek linearitas jurusan yaitu Bidang Ilmu-> Sub Rumpun-> Rumpun
  • Sebagai contoh yaitu, apabila memilih bidang ilmu Teknik Informatika, merupakan Sub Rumpunnya dari Teknik Elektro dan Informatika, dan Rumpunnya yaitu Ilmu Teknik. Jadi, dapat disimpulkan bahwa:

a. Linearitas yang pertama yaitu Bidang Ilmu (level 3), yakni Teknik Informatika dan Teknik Informatika
b. Linearitas yang terdekat selanjutnya yaitu Sub Rumpun (level 2), yakni Teknik Informatika dan Bidang Ilmu turunan Sub Rumpun dari Teknik Elektro dan Informatika.
c. Linearitas yang paling dekat terakhir yaitu Rumpun (level 1), yakni Teknik Informatika dan Bidang Ilmu yang termasuk Rumpun dari Ilmu Teknik

Jadi, dapat disimpulkan bahwa apabila tingkat linearitasnya masih 1 Sub Rumpun, masih bisa melanjutkan ke pendidikan yang lebih jauh lagi sebab sama halnya masih dengan serumpun. Semakin tinggi levelnya, maka semakin dekat pula linearitasnya.

Untuk mengetahui dan juga mengeceknya lebih lengkap menurut dikti, Anda bisa mengunjungi dan mendownload file PDF berikut ini, Linearitas Jurusan Menurut Dikti

Apa yang Dimaksud Dengan Uji Linearitas?

Uji linearitas adalah uji asumsi klasik yang dilakukan guna untuk mengetahui sifat linear sebaran data antara variabel x dan y. Sifat linear pada hubungan x dan y ini sangat mempengaruhi tingkat valid atau tidaknya model regresi yang dihasilkan itu perlu diketahui.

Disini dapat disimpulkan bahwa, sebagus apapun model regresi yang dihasilkan bahkan dari r squared yang tinggi masih memiliki kemungkinan terjadi kesalahan estimasi apabila tidak memiliki sifat linear.

Mengapa Uji Linearitas Diperlukan?

Pada dasarnya regresi dibentuk dengan linear. Karena, umumnya model regresi adalah

Yprediksi = a + bx, sedangkan Yaktual = a + bx + error

Selisih antara Y prediksi dan Y actual adalah error. Jika model tersebut meng interpretasikan Y actual, maka dikehendaki error akan semakin kecil. Error yang kecil dapat ditunjukkan hanya dengan melihat R squared. Model yang baik akan dicerminkan melalui tingginya R squared.

Nilai R squared yang tinggi merupakan satu hal yang dapat menyimpulkan bahwa ciri model tersebut memenuhi sifat linearis.

Namun nyatanya linearis belum tentu terpenuhi hanya dengan R squared yang nilainya tinggi. Karena, hal ini dapat disebabkan adanya nilai error yang kecil pada sisa R quared dan ternyata itu dapat membentuk pola yang tidak linear.

Tujuan Linearitas

Apa sih tujuan dari linearitas pada regresi? Tujuan linearitas pada regresi adalah untuk meyakinkan suatu hubungan linear pada x dan y dari model. Linear tak hanya memiliki sifat x dan y saja, dengan dihadapkannya error yang tersisa sudah tidak mempunyai pola khusus, sehingga dapat dipastikan bahwa model dapat dikeluarkan dengan benar dan pastinya tepat.

Bisakah S2 dan S3 Berbeda Jurusan?

Dari berbagai kasus seorang lulusan S2 yang akan melanjutkan pendidikannya ke jenjang S3, menjadi perkara yang sering diperbincangkan terkait dengan jurusan yang akan diambilnya. Apakah jurusan yang akan diambil sama dengan jurusan ketika menjalani program S2? Ataukah jurusan yang diambil untuk S3 ini berbeda dengan jurusan pada saat program S2.

Sebenarnya lintas jurusan untuk melanjutkan S3 ini sah-sah saja. Hal ini tergantung para calon nya yang pintar-pintar dalam memilih jurusan. Perlu diketahui, apabila melanjutkan pendidikan ke jenjang S3 namun lintas jurusan dari S2, maka tanyakan pada diri Anda sendiri, apakah Anda mampu menghadapinya? Apakah Anda mampu untuk beradaptasi dengan ilmu yang baru, bahkan mungkin ilmu yang belum Anda ketahui sebelumnya.

Selain itu, tidak ada juga larangan ataupun ketentuan secara resmi dan tertulis bahwa S3 tidak boleh lintas jurusan dari sebelumnya.

Keuntungan Mengambil Jurusan S2 dan S3 Linier Dengan S1

Berikut ini merupakan beberapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan ketika mengambil jurusan S2 dan S3 yang linier dengan S1:

1. Memudahkan Untuk Menjadi Seorang Dosen

Seorang dosen, pastinya sudah melewati banyak jenjang pendidikan hingga membuatnya layak menjadi tenaga pengajar maupun pengampu di sebuah perguruan tinggi. Dari kasus tersebut, maka apabila Anda mengambil jurusan S2 dan S3 yang linier dengan S1, maka perjalanan Anda menjadi dosen akan lebih mudah.

2. Memudahkan Dalam Proses Belajar

Karena mengambil jurusan dengan latar belakang yang sesuai dengan S1, maka apabila Anda melanjutkan ke jenjang berikutnya akan mudah dalam proses belajar dan tak sulit menghadapi adaptasi-adaptasi baru.

3. Menjadi Ahli Dalam 1 Bidang

Mengambil jurusan S2 ataupun S3 yang linier dengan S1, tentu pembelajarannya masih fokus di bidang yang sama. Oleh karena itu, Anda akan terus mempelajari bidang tersebut hingga menjadi ahli dalam bidang yang Anda pelajari. Hal ini membuat prospek jenjang karir Anda yang bagus.

Apakah Bisa Jadi Dosen Jika Tidak Linier?

Jawabannya adalah bisa. Namun jika anda menjadi dosen tetapi tidak linier, anda akan memiliki batasan dibanding mereka yang linier.

Memang tak sedikit dosen PNS yang lulusan S1 atau S2 yang tidak linier namun masih tetap bisa mengajar sebagai dosen bahkan ada yang menjadi dosen PNS.

Kembali mengacu kepada peraturan yang keluar dari Kemendikbud pada tahun 2014, bahwasannya dosen memang dituntut untuk linier. Khususnya untuk dosen yang memiliki rencana untuk mengikuti CPNS dosen di beberapa PTN di Indonesia.

Bisakah Jadi Kepala Sekolah Jika Tidak Linier?

Ya, jawabannya adalah bisa. Pastinya tak hanya ijazah linier yang menentukan, namun juga syarat dan ketentuan untuk menjadi seorang kepala sekolah harus terpenuhi.

Kemendikbud telah menyatakan dan memastikan bahwa guru honorer yang tidak memiliki ijazah linier masih tetap bisa untuk mengikuti pendaftaran seleksi PPPK. Pasalnya, ada banyak guru yang ijazahnya tidak linier namun tetap menempati formasi PPPK.

Nah itu dia bahasan tentang apa yang dimaksud, cara cek, hingga tujuan linearitas yang dapat anda pahami. Semoga bermanfaat.