Melihat kondisi sekarang saat pandemi covid-19 ini, semua sarana dan prasarana baik dari instansi, lembaga, perkantoran, hingga pusat perbelanjaan dibatasi dan dipantau ketat oleh pemerintah. Karena kerumunan oranglah yang mempengaruhi tinggi rendahnya lonjakan kasus ini terjadi.

Pembatasan di sejumlah tempat menimbulkan banyak dampak yang tidak menyenangkan bagi orang-orang yang memiliki aktivitas di sektor tersebut. Mulai dari pedagang, karyawan/pegawai, pengusaha, hingga pelajar dan mahasiswa.

Ditutupnya sekolah-sekolah, membuat pelajar dan guru melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring (dalam jaringan/online) dari rumah. Di pembelajaran jarak jauh yang telah ditetapkan pemerintah ini, banyak pelajar yang mengeluh akan ketidaknyamanan dan ketidakefisienan cara pembelajaran.

Kegiatan pembelajaran jarak jauh, dilakukan dengan cara memanfaatkan sejumlah aplikasi yang mendukung, salah satunya yaitu aplikasi yang tidak asing bagi semua kalangan. Aplikasi tersebut adalah WhatsApp.

Aplikasi ini memiliki banyak fitur yang bisa dimanfaatkan untuk pembelajaran jarak jauh. Di aplikasi WhatsApp ini, Anda bisa menuliskan pesan, membuat grup kelas, membagikan materi-materi dokumen, mengirim foto/video, melakukan panggilan dan video call, mengirim pesan suara, hingga membuat pembaruan status.

Manfaat WhatsApp Sebagai Sarana Pembelajaran

Selain mudah digunakan dan dipahami oleh orang awam, aplikasi komunikasi jarak jauh yang dimanfaatkan untuk sarana pembelajaran dan pendidikan ini sangat bermanfaat di era sekarang yang serba online.

Berikut merupakan gambaran kegiatan belajar mengajar yang memanfaatkan WhatsApp Mod sebagai sarana pembelajaran dan pendidikan:

1. Membuat grup kelas

Langkah pertama sebelum kegiatan pembelajaran dimulai adalah membuat grup kelas yang berisi guru mapel, wali kelas, dan siswa-siswi dalam kelas tersebut untuk memudahkan komunikasi dan memberi informasi.

2. Menjelaskan materi

Saat semua anggota sudah berada dalam grup kelas, maka guru akan menjelaskan sebuah materi yang biasanya berupa video lalu kembali menerangkannya dengan mengirim pesan suara.

3. Tanya jawab

Untuk memastikan paham atau tidaknya para siswa mengenai materi yang baru saja diterangkan oleh guru. Jika semuanya sudah paham, maka biasanya guru akan mengadakan sesi tanya jawab dengan memanfaatkan fitur menuliskan pesan dan kemudian dikirim ke grup kelas.

4. Memberi tugas

Setelah kegiatan sebelumnya selesai, maka biasanya guru akan memberikan tugas kepada siswanya. Tugas biasanya berupa bentuk chat yang diketikkan atau soft file yang dikirim.

5. Melakukan absen

Sebelum kegiatan pembelajaran jarak jauh selesai, guru akan menyuruh siswanya untuk absen di grup kelas untuk melihat siapa yang mengikuti pembelajaran dan yang tidak. Di sesi ini, siswa akan silih berganti mengetikkan namanya melalui pesan teks.

6. Pengumpulan tugas

Untuk pengumpulan tugas, biasanya para siswa tidak mengirim di grup kelas. Tetapi, siswa akan mengumpulkan secara personal chat dengan guru yang bersangkutan.

7. Pemanfaatan fitur status untuk edukasi

Tidak hanya di grup ataupun chat pribadi, pemanfaatan fitur status juga dapat membagikan seputar edukasi terhadap semua kontak yang Anda punya. Fitur ini sangat bermanfaat jika digunakan untuk membagikan konten-konten yang positif dan edukatif.

8. Melakukan video call saat proses pembelajaran

Bentuk kegiatan selanjutnya adalah melakukan video call saat pembelajaran dimulai. Fitur ini sangat efisien untuk melakukan pembelajaran tatap muka jarak jauh. Karena di dalam layar, Anda bisa melihat dan mendengarkan orang lain ketika berbicara.

Namun kelemahan menggunakan fitur ini adalah, pembatasan orang yang dapat bergabung melalui video call di WhatsApp adalah 8 orang. Jadi, semua anggota kelas yang jumlahnya lebih dari itu tidak bisa bergabung semua.

Itu merupakan bentuk-bentuk kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan media aplikasi WhatsApp. Perlu diketahui, untuk mengakses dan menggunakan aplikasi ini membutuhkan jaringan internet.

Walaupun mudah digunakan, namun faktor lain mempengaruhi tidak efisiennya pembelajaran jauh menggunakan aplikasi ini, berikut contohnya:

  • Siswa terkendala oleh paket data/wifi
  • Karena setiap materi yang diberikan oleh guru berbentuk soft file yang perlu diunduh, maka kapasitas penyimpanan pada ponsel akan terus berkurang. Bahkan, ada yang sudah tidak cukup untuk sekedar mengunduh materi.
  • Tidak memiliki ponsel android
  • Susah sinyal

Namun walaupun begitu, semangat belajar mengajar tidak boleh pudar. Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China. Bagaimanapun cara pembelajarannya, yang terpenting adalah bagaimana kita bisa menyerap ilmunya.
Sekian dari penulis, terimakasih. Dan semoga bermanfaat!