Apakah Anda masih kesulitan menulis atau membaca menggunakan aksara Jawa? Tepat sekali, memang tidak mudah belajar aksara Jawa, bahkan orang asli Jawa belum tentu bisa atau menguasa aksara Jawa. Sebenarnya, kita yang tinggal di pulau Jawa pasti sudah tidak asing dengan aksara jawa karena kita sudah dikenalkan sejak di bangku Sekolah Dasar. Kita bahkan belajar dari huruf dasar sampai pasangan aksara Jawa yang lumayan sulit.

Meskipun Aksara Jawa tidak terlalu berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari, namun belajar Aksara Jawa adalah upaya kita untuk melestarikan atau nguri-nguri budaya. Aksara Jawa adalah salah satu kekayaan budaya yang dimiliki oleh Indonesia. Jadi sebagai warga negara yang menghormati sejarah dan budaya Indonesia, maka belajar untuk memahami Aksara Jawa adalah cara yang bijak.

Agar lebih paham dengan Akasara Jawa, Anda perlu mempelajari dari sejarahmya. Berikut ini sejarah Aksara Jawa dan bentuk pasangan aksara Jawa beserta contoh penggunaannya yang perlu Anda ketahui.

Sejarah Aksara Jawa

Di balik Aksa Jawa yang kita kenal sekarang, ada kisah legenda yang melatar belakangi munculnya sejarah Aksara Jawa. Kisah tersebut dimuali ketika ada seorang kesatria hebat asal tanah Jawa bernama Aji Saka. Ia memiliki seorang abdi bernama Dora dan Sembada yang sangat loyal kepada dirinya.

Pada suatu waktu ia melakukan perjalanan ke kerajaan Medang Kamulan yang saat itu dipimpin oleh raja Prabu Dewata Cengkar yang suka memakan daging manusia. Karena perilaku sang raja yang meresahkan rakyat membuat Aji Saka ingin melawannya.

Singkat cerita, Aji Saka dan Dora pergi menemui Prabu Dewata Cengkar, sedangkan Sembada diperintahkan untuk menjaga keris pusaka milik Aji Saka di hutan yang tidak boleh diambil siapa pun kecuali Aji Saka. Setelah itu Aji Saka membuat kesepakatan dengan sang raja bahwa ia akan menjadi persembahkan dirinya untuk dimakan namun dengan satu syarat. Yakni sang raja harus memberinya tanah kerajaan seluas sorban Aji Saka.

Sang Raja pun sepakat, namun ia justru tewas karena panjang sorban Aji Saka yang melempasrnya ke tengah lau saat mengukur tanah. Aji Saka pun akhirnya menjadi raja. Tak berapa lama ia ingat kerisnya yang dititipkan oleh Sembada di hutan. Aji Saka pun mengutus Dora untuk mengambilnya. Dora pun menemui Smebada dan berniat mengambil keris Aji Saka, namun Sembada ingat pesan Aji Saka bahwa keris tersebut tidak boleh diambil oleh siapapun kecuali dirinya.

Disanalah mereka akhirnya bertengkar dan bertempur mati-matian karena saling menjaga amanah Aji saka. Mereka berdua akhirnya tewas karena kesaktian mereka sama-sama seimbang. Untuk menghormati kedua abdinya tersebut, Aji Saka akhirnya membuat barisan huruf atau alfabet atau saat itu disebut aksara berikut ini.

Ha Na Ca Ra Ka yang berarti ada dua orang utusan (membentuk kata carakan)

Da Ta Sa Wa La yang berarti saling bertempur mempertahankan amanah

Pa Dha Ja Ya Nya yang artinya karena sama tingkat kesaktiannya

Ma Ga Ba Ta Nga yang artinya maka keduanya mati dan kemudian menjadi bathang atau bangkai yang diartikan sebagai mayat

Apa Itu Pasangan Aksara Jawa?

pasangan aksara jawa

Pasangan Aksara Jawa adalah bentuk Aksara jawa khusus yang berfungsi untuk mematikan atau menghilangkan vokal yang berada sebelumnya dari aksara tersebut. Dalam hal ini Aksara pasangan kemudian digunakan untuk menuliskan suku kata yang tidak memiliki vokal di dalamnya.

Contoh Penggunaan Kalimat Aksara Jawa Pasangan

Contoh kalimat yang menggunakan pasangan Aksara Jawa sebagai berikut:

  • Kalimat “mangan sega” yang artinya makan nasi kemudian agar tidak dibaca “mangansega” maka perlu menghilangkan na. Cara menghilangkannya adalah memberi pasangan Aksara Jawa pada hurus “se”. Maka dengan begitu kalimat akan terbaca “mangan sega”
  • Berikut ini contoh lain untuk kalimat yang menggunakan pasangan Aksara Jawa.

 

contoh penulisan pasangan aksara jawa

Nah, itulah penjelasan tentang Aksara jawa beserta pasangan Aksara Jawa dan contoh penggunaannya dalam kalimat. Tidak sulit bukan? Anda hanya perlu memperhatikan kalimatnya dan mencocokan dengan Aksara Jawanya. Untuk fasih membaca dan menulis Aksara Jawa, Anda munkin harus banyak berlatih dan melauangkan waktu untuk mendalami Aksara ini. Alih-alih nguri-nguri budaya Jawa Anda justru bisa jadi ahli Aksara Jawa karena era sekarang pasti jarang orang yang menguasai Aksara Jawa. Selamat Belajar.