Menyusun strategi untuk memenuhi persiapan nilai akreditasi kampus menjadi agenda wajib bagi setiap perguruan tinggi di Indonesia. Hal ini wajib bagi perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta. Nilai akreditasi kampus tidak akan muncul dengan mudah, akan tetapi dari pihak BAN-PT tidak akan mengeluarkan nilai standar ini tanpa dasar dan sebab.

Oleh karena itu, proses pengakreditasian suatu kampus mempunyai beberapa standar penilain. Nilai tersebut diperoleh dari beberapa pihak perguruan tinggi tersebut. Jika semua nilai sudah terpenuhi, maka suatu kampus akan mendapatkan nilai yang memuaskan yaitu nilai akreditasi A.

Kira-kira, strategi apa saja yang perlu dipersiapkan untuk memenuhi syarat akreditasi suatu kampus? Yuk, simak ulasan lengkapnya dibawah ini!

Syarat Akreditasi Kampus yang Wajib Dilakukan

akreditasi kampus

Berikut ini beberapa strategi yang wajib dilakukan untuk memenuhi syarat akreditasi suatu kampus yaitu sebagai berikut :

1. Memahami dan Memenuhi Standar Akreditasi yang Tersedia

Strategi atau langkah pertama yang dapat Anda lakukan adalah dengan memahami dan memenuhi semua standar penilain dalam proses akreditasi kampus. Dengan langkah ini, semua akan tahu mengenai kunci atau poin apa saja yang akan dinilai oleh tim yang menilai akreditasi kampus. Selain itu tim penilai juga akan memberikan persentase nilai yang sesuai.

Ada 7 standar penilaian dalam suatu akreditasi kampus yang sedang berjalan di Indonesia dan harus dijalankan oleh semua perguruan tinggi. Standar penilaian ini wajib dipenuhi semua kampus agar mendapatkan nilai akreditasi yang baik. Oleh karena itu, kampus harus memenuhi terlebih dahulu dan mengupayakan untuk memenuhi penilaian tersebut.

Untuk mendapatkan pencapaian nilai akreditasi yang baik, membutuhkan proses dari beberapa pihak yang ada di lingkungan perguruan tinggi.

2. Menyiapkan Administrasi

Strategi selanjutnya yang perlu dijalankan adalah adalah persiapan secara administrasi. Proses ini dilakukan dengan memenuhi dokumen yang sudah ditentukan. Dokumen tersebut kemudian akan menjadi kunci utama dalam mengurus proses pengakreditasian suatu kampus.

Dokumen yang dilampirkan ini berfungsi sebagai bukti ketika proses standar penilaian ini sedang berlangsung. Oleh karena itu, semua pihak yang ikut mengelola program studi juga harus bisa menyajikan semua dokumen persyaratan. Sehingga, dokumen yang terlampir ini akan menjadi bukti nyata yang otentik.

Baca juga: Kampus Swasta Terbaik di Indonesia Menurut Dikti Tahun 2022

3. Biaya yang Digunakan Untuk Mengurus Akreditasi

Banyak persiapan yang harus dipersiapkan dalam proses penilaian standar kampus. Salah satunya yaitu mengurus biaya yang digunakan untuk penilaian akreditasi. Proses penilaian dari awal sampai akhir ini membutuhkan biaya yang cukup dan biaya yang tidak sedikit.

Akan tetapi, masalah yang satu ini tidak perlu diragukan lagi. Hal ini disebabkan karena peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 28 Tahun 2005 mengenai Badan Akreditasi Perguruan Tinggi. Pada pasal 11 menyebutkan bahwa biaya yang digunakan untuk pelaksanaan penilaian standar ditanggung oleh pihak pemerintah.

4. Mengontrol Mutu

Mengontrol mutu ini dapat dilakukan dengan cara SPMI ( Sistem Penjamin Mutu internal ). SPMI ini merupakan pelaksanaan yang sangat penting dalam meningkatkan kesadaran internal. Hal ini bertujuan agar kampus bisa memenuhi standar dan terus mengembangkan diri.

SPMI ini dibagun setiap tahunnya untuk mengetahui perkembangan dari perguruan tinggi yang bersangkutan. Data yang terdaftar dalam SPMI ini kemudian akan dikalibrasi melalui SPME. Sehingga standar mutu ini akan mempunyai beberapa nilai universal yang akan diakui oleh semua pihak.

Berikut ini beberapa nilai SPMI yang sudah ditetapkan oleh dikti yaitu sebagai berikut:

  • Nilai < 200 ( tidak terakreditasi)
  • Nilai antara 200-300 mendapat akreditasi C
  • Nilai antara 301-306 akan mendapat akreditasi D
  • Nilai antara 361-400 mendapatkan akreditasi yang sangat baik yaitu akreditasi A

5. Kompetensi Tim Akreditas

Proses penilaian standar ini dilakukan oleh beberapa pihak BAN-PT. Sebelum proses penilaian berlangsung, maka perguruan tinggi juga perlu menyusun borang. Penyusunan ini dilakukan untuk mempersiapkan akreditasi kampus lain. Hal ini harus dilakukan oleh orang yang sudah kompeten.

Jadi, sebaiknya pihak kampus dapat menunjuk tim yang mempunyai nilai kompetensi untuk mengurus penilaian standar akreditasi ini. Atau paling tidak, anggota lain juga harus mempunyai pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan.

Baca juga: Seberapa Bagus Kampusmu? Berikut Cara Cek Akreditasi Kampus BAN PT

6. Memahami SAPTO BAN-PT

Strategi atau persiapan yang terakhir yang dapat dilakukan adalah dengan mempelajari dan memahami SAPTO. SAPTO BAN-PT ini merupakan sistem yang akan digunakan untuk keperluan akreditasi kampus itu sendiri. Sistem SAPTO ini akan menghubungkan pihak yang satu dengan pihak lainnya.

Dengan menggunakan SAPTO dari BAN-PT, pihak perguruan tinggi pun akan semakin mudah dalam mengurus dan mengajukan penilaian standar tersebut. Karena semuanya sudah berbasis online, sehingga jadi lebih mudah dan juga lebih praktis.

Alasan Kampus Mengurus Akreditasi

Berikut ini beberapa alasan yang membuat perguruan tinggi mengurus akreditasi kampus yaitu sebagai berikut :

1. Mencerminkan Kualitas Nilai Pendidikan

Alasan yang pertama adalah karena sebuah nilai akreditasi ini akan menentukan kualitas pendidikan dari perguruan tersebut. Jika perguruan mempunyai nilai akreditasi B, maka perguruan tinggi tersebut sudah dikatakan bagus. Akan tetapi, jika perguruan mendapatkan nilai akreditasi B, maka perguruan tersebut akan dikenal oleh banyak orang dengan kualitas pendidikan yang baik.

2. Membantu Dalam Kesuksesan Alumni

Nilai akreditasi yang baik dapat menjadi jalan dan memberikan jaminan masa depan yang cerah kepada alumni. Dengan nilai akreditas kampus yang baik, alumni juga akan lebih mudah untuk mendapatkan karir yang baik.

3. Mampu Meningkatkan Daya Saing

Suatu kampus juga bisa bersaing dengan kampus lain. Oleh sebab itu, statusnya harus diakui sebagai pendidikan yang berkualitas. Selain itu, dengan nilai akreditasi yang baik juga tidak akan sulit untuk menyediakan fasilitas pembelajaran yang terbaik.

Itulah tadi pembahasan mengenai strategi yang perlu dipersiapkan untuk memenuhi syarat akreditasi suatu kampus. Kampus dapat mempersiapkan beberapa strategi agar mendapatkan nilai akreditasi yang bagus dan baik.